ANSOR INFO
  • Informasi dan pembaruan terbaru dari PW GP Ansor Riau
  • Selamat datang di situs resmi PW GP Ansor Provinsi Riau
Kaderisasi

Ansor Tutup PKN XI di Makam KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang

Ansor Tutup PKN XI di Makam KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang
Ansor Tutup PKN XI di Makam KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang

JOMBANG – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sebelumnya, PKN XI digelar di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Progresif, Sidoarjo, mulai Senin (6/7/2026) hingga Ahad (12/7/2026).

Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Tambakberas sengaja dipilih sebagai lokasi penutupan PKN XI karena memiliki nilai historis penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor. Pesantren tersebut merupakan tempat lahirnya KH Wahab Hasbullah, salah satu tokoh penting pendiri NU sekaligus perintis GP Ansor.

Nilai historis tersebut juga menjadi salah satu alasan Tambakberas ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Kita telah melakukan tirakat bersepeda dari Bangkalan ke Jombang. Harapan besarnya, Ansor akan menjadi penggerak organisasi dengan meneladani Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor dan Banser, adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” ujar Addin.

Terkait PKN, Addin menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jangkar organisasi. Kaderisasi menjadi fondasi untuk menjaga arah perjuangan sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru di tengah perubahan zaman dan keberagaman kader.

“Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apa pun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya,” tegasnya.

Addin juga menilai tantangan yang dihadapi Ansor pada masa mendatang semakin kompleks. Menurutnya, Indonesia akan menghadapi perubahan sosial yang berpotensi melahirkan masyarakat yang kehilangan orientasi nilai, bahkan semakin jauh dari kehidupan berorganisasi.

“Bagaimana kita menggerakkan orang dengan ide dan karya kita, bahkan tanpa harus bergerak secara fisik? Seorang pemimpin itu adalah pemimpin ide,” ujarnya.

Doktor bidang Ilmu Manajemen Strategis dari Universitas Brawijaya tersebut menegaskan bahwa kepengurusan Ansor tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Ia mendorong terciptanya ritme organisasi yang lebih dinamis dengan melibatkan seluruh struktur untuk bergerak dan menghasilkan karya nyata.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader, Addin menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci utama kemakmuran ekonomi. Karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran organisasi untuk secara masif membangun sekolah pelatihan mandiri guna meningkatkan keterampilan kader dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Tidak boleh ada lahan dan orang yang menganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan,” kata Addin.

Pandangan senada disampaikan Aminuddin Ma’ruf, Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), saat menjadi narasumber PKN pada Kamis (9/7/2026). Ia menegaskan bahwa setiap transformasi besar harus berlandaskan integritas niat dan ketajaman visi.

Mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11, Aminuddin menjelaskan pentingnya perubahan dan pembenahan organisasi untuk meningkatkan efektivitas serta kualitas tata kelola. Ia juga menyinggung langkah penataan perusahaan negara melalui penyederhanaan portofolio dari 1.074 entitas menjadi sekitar 281 entitas pada 2026.

“Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor,” katanya.

PKN XI menjadi forum strategis yang mempertemukan kader GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu ruang pembelajaran. Selain meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan memperkuat komitmen kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Selama pelaksanaan PKN XI di Sidoarjo, GP Ansor menghadirkan sejumlah teknokrat, profesional, dan akademisi sebagai narasumber. Di antaranya Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, M.A., Ph.D., Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga; Prof. Mas’ud Said, M.M., Ph.D., Guru Besar Ilmu Pemerintahan sekaligus Direktur Pascasarjana UNISMA; serta Prof. Dr. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Guru Besar Biologi Molekular sekaligus Rektor Universitas Brawijaya.

“Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global,” kata Addin Jauharudin.(*)

Sakti

Penulis

Sakti

Kontributor · Departemen Kaderisasi

Lihat 4 tulisan →